Senin, 15 Maret 2010
Gunakan sebaik-baiknya kurnia Allah swt kepada kita. Halalkan kegunaan akal, hati dan lidah pada perkara yang bakal membawa kecemerlangan diri kita dunia dan akhirat. Kita hidup hanya sekali. Sekali 'pergi' tak kan kembali. Buat baik berpada-pada, dan buat jahat JANGAN sekali-kali. Kewujudan website penulisan2u dengan blog sebagai wadah untuk meningkatkan nilai diri. Bermatlamatkan penyatuan ummah dengan ciri-ciri kemurnian budi dan budaya. Walaupun, dunia terus maju dengan teknologi, kita akan terus kekal dengan akhlak dan jati diri insani.
Selain hilangnya kekebalan daya tubuh, pergaulan bebas juga dapat menyebabkan terjadinya kehamilan di luar nikah, kata Kepala BKKBN Propinsi Bali, I Gede Putu Abadi, MPA di Denpasar, Senin (24/10).
Dalam sambutan tertulis dibacakan Kepala Balai Latihan dan Pengembangan, Ida Bagus Wirama, SH ketika membuka pelatihan managemen pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja bagi relawan dan pengelola, ia menyatakan, kondisi tersebut cukup memprihatinkan.
Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan, ujar Putu Abadi.
Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
"TUHAN"
aku tau Kau selalu mendampingiku
aku tahu Kau tak pernah meninggalkanku
aku tahu Kau tak mau jauh dariku
tapi aku takut me
ndekat padaMU
Kau tahu mengapa?
karna dustaku begitu banyak
karna aibku terlalu berat
karna takkan cukup waktu bertahun-tahun mendengarkan permohonan maafku
Duh Tuhan…akankah kau mau menerimaku ?
Rabu, 10 Maret 2010
" DUNIA TANPA WARNA "
Aku ini adalah orang yg bahagia
Tanpa cahaya, . . .
pernahkah kau tahu dunia ku ini?
dunia yang jauh dari cahaya . .
Inilah duniaku yang tanpa warna
Takutkah kau pada gulita?
Takutkah kau pada terang benderang?
Kilauan cahaya yang gemintang
pada merah jingga surga dunia…
kawan ku, . .
sungguh ku takut pada semua itu
takut pada gelap rawan sisi Hatiku
yang kan menutupi kilau suci hari-hari ku, . .
Biarlah kawan ku, . .
kusyukuri duniaku yang kelam ini
dunia yang sarat makna suara
mungkin inilahjalan Tuhan memuliakanku
menobatkan mataku menjadi mata terindah
karena ia suci dari hal-hal yang keji
yang tak pernah aku lihat, . .
biarlahaku kawan . . .
biarkan aku percaya bahwa mataku ini , . .
hanya akan melihat keindahan surga semata.
Rabu, 03 Maret 2010
"SIULAN HITAM RAUT KEMATIAN"
Tangan-tangan ingatanku kurus,
menjulur ke dasar waktu. Semalaman angin
yang sedih beku, arwah burung-burung
melayang, melukai tatapanku. Seperti parang
di tangan perusuh, aku begitu menderita, seluruh
pengetahuan membusuk dalam paru-paruku.
Aku bingung, seluruh kejahatan menggayuti pelirku.
Seteguk kekosongan memekik, menyayat urat nadiku.

Kupu-kupu geludhuk mengurai luka
dan kejalanganku. Fantasi-fantasi ranjang terlaknat
mencambukkan narasi seratus ektase perdu.
Aku berlindung di dasar gema, sejarah dan maut
karam, berledakan lewat sajak-sajakku. Syahwatku
samun, menjelma ode patung-patung runtuh di tengah
kabut. Sihir singup taifun mendentam, menjelma kecupan
kecupan hijau yang diharamkan Tuhan pada batu.
Di dasar timbunan salju, dongeng
dongeng kegamangan yang tak terpahamkan
senantiasa mengubur nostalgia abad kunang-kunang
di puncak mataku. Seketika aku berilusi
dengan lindu, rasa ngeri membangun kubah
kubah marmar bunga-bunga dari ciuman dan kutuk.
Aku kini penguasa, seluruh kebisuan adalah takdirku.
Kelak kutinggalkan Sorga, meski kiamat sesat, tegak
di jalan nafasku. Kegelapan begitu kekal, membesatkan
siulan-siulan hitam raut kematianku.












